AJANG SILATURAHMI MURAI BATU, PANGLIMA & ARJUN BERBAGI JUARA

148
PARA JUARA. Murai Batu A

Ajang silaturahmi murai batu, Minggu (14/6) lalu yang berlangsung di gantangan Alami, Balas Klumprik, Surabaya yang digagas Abah Tatuk dkk menuai sukses. Ajang temu kangen antar para tokoh burung khususnya muraibatu dari obrolan mereka sebelumnya menghasilkan ide cemerlang ini. “Alhamdulilah, lomba berjalan lancar dan sesuai aturan dalam masa Pandemi korona ini,” ungkap Abah Tatuk yang diamini para penggagas lainnya usai lomba pada avesnews.

Ajang dalam menyosong new normal ini dimulai sekitar pukul 11.00 wib, berjalan mulus tanpa teriak dari seluruh peserta. Selain itu Prosedur Tetap (protap) Kesehatan manakala kondisinya masa dalam pandemi covid 19, panitia tetap mematuhi aturan Protokol Kesehatan yang dianjurkan Pemerintah buat para peserta diantaranya cuci tangan, pakai masker dan tidak bersentuhan antar peserta.

Advertisement
PARA JUARA. Murai Batu B

Sedikitnya 40 peserta yang terbagi 2 sesion kelas murai batu (AB), di sesion A, MB Panglima milik Yuli Andro yang aksinya cukup mencolok dengan tembakan panjangnya yang cukup varian antara lain srendid, cililin, cungkok, membuat Panglima di ujung penilaian meraih koncer A, sementara MB Rosalia andalan Bonsai Bungur Wani yang tidak kalah aksinya, puas diposisi dua besar, sedangkan MB Ka-Conk besutan Abah Zaky Taman Pondok Jati yang selama bertarung terbilang stabil dan masuk diurutan 3 besar.

Tak kalah seru di kelas sesion B, 911 SF yang dikawal langsung Abah Hudan bersama Taufik menurunkan gaco terbaiknya MB Arjun dan MB Ganas. Dari awal MB Arjun yang pamer tonjolan dasyatnya yang bervarian dan cukup menyita perhatian tim juri. Sementara MB Ganas sendiri yang terlihat tidak mau kalah dalam beraksi. Di penghujung penilaian, MB Arjun berhasil meraih bendera favorit A mutlak, sedangkan yang MB Ganas puas raih koncer C.  Sementara MB Panglima kembali turun di sesi kedua, puas diposisi runner up.

BESUTAN 911 SF. MB Arjun & MB Ganas raih podium 1 & 3 dikelas B

Di ajang yang sifatnya terbatas undangannya ini, hampir seluruh peserta cukup puas atas penjurian yang berjumlah 3 orang tersebut. Menurut beberapa tokoh burung yang hadir di ajang ini, berharap kalau ajang seperti ini bisa digelar kembali, ada juga yang bilang kalau bisa kelas dan jumlah pesertanya bertambah dengan alasan agar beban akomodasi panitia, sebagai penyelenggara minimal berkurang, serta juga ada yang mengaku kalau ajang ini cukup fair play karena ajang ini selain tertib, tim juri yang bertugas tanpa ada intimidasi dan cukup menilai burung yang bekerja.Kalau Lihat Video Ajang ini Bisa Klik Disini atau Buka Link YouTube “avesnews channel”