29 C
East Java
Kamis, April 15, 2021
Beranda KICAUAN Ekspektasi PBI Menuju Masa Depannya Bakal Terwujud Lewat Munaslub

Ekspektasi PBI Menuju Masa Depannya Bakal Terwujud Lewat Munaslub

KETUA PBI PUSAT. H.Bagya Rahmadi S,H. Resmi membuka Munaslub didampingi jajaran pengurus 

Sejarah baru telah dilahirkan dari organisasi perburungan tertua bernama Pelestari Burung Indonesia (PBI) yang diakui negeri ini dengan tujuan untuk menuju yang lebih baik lagi yakni lewat Musyawarah Nasional Luar Biasa atau disebut Munaslub yang berlangsung di Hotel Singgahsana Gunungsari Surabaya, Jum’at (17/1/2020) lalu. Sidang tertinggi yang digelar PBI yang terkesan mendadak tersebut atas gagasan Pengurus Daerah Jatim diback up PBI Pusat mendapat respon yang cukup tinggi. Sekitar 99 persen peserta sidang dari Pengurus Daerah (Pengda) maupun Pengurus Cabang (Pengcab) seluruh Indonesia yang hadir mampu menguraikan misi yang sama agar ekspektasinya bisa segera diwujudkan.

HERI SOEGIHONO SH. Ketika memimpin sidang munaslub didampingi 4 pengurus lainnya

Menurut ketua Pengda PBI Jatim Heri Soegihono SH digelarnya Munaslub ini karena merujuk pada amanat undang-undang keormasan nomor 17 tahun 2013 di perjalanan dari Perpu diputuskan dan ditetapkan dalam undang-undang nomor 16 tahun 2017 mengatakan perubahan AD/ART bisa diubah melalui keputusan tertinggi yakni Munaslub. “Dengan harapan perubahan AD/ART tentang Dewan penasehat diganti dengan Dewan Pengawas agar fungsi kontrol sifatnya harus ada dalam setiap organisasi,” sambung Heri sebagai ketua sidang Munaslub pada awak media usai sidang.

PESERTA MUNASLUB. Dengan Tertib & Serius dalam mengikuti sidang

Sidang yang dipimpin Heri Soegihono selaku ketua Pengda PBI Jatim didampingi 4 pengurus lainnya yang dimulai pukul 13.40 WIB dihadiri puluhan peserta sidang dari perwakilan pengurus Pusat, Daerah maupun Kota/Kabupaten berjalan sukses dengan latar belakang Munaslub untuk memperbaiki organisasi. Sedikitnya ada 3 poin dalam materi sidang dalam perbaikan tersebut yakni fungsi kontrol, tuntutan undang-undang agar organisasi ini berbadan hukum, dan perubahan dewan penasehat diganti dengan Dewan Pengawas. Yang jelas dalam sidang tersebut, setelah ketua sidang membacakan pokok materi Munaslub, seluruh peserta sidang serentak setuju apa yang dibahas dalam sidang tertinggi tersebut dengan lancar dan tertib.

PARA PENGGAGAS. Munaslub 2020

Sidang selanjutnya dari beberapa perwakilan yang membahas persoalan program ring silver, karena dinilai ring produk PBI ini kedepannya punya prospek sehingga perlu adanya regulasi. Seperti yang disampaikan H.Samsul selaku pengurus bidang konservasi berharap pendamping Ring Silver adalah Ring breeder masing-masing. “Kami menghimbau kepada seluruh pengurus cabang lebih inten dalam sidak di lapangan, bila ada breeder di wilayahnya yang berminat pasang ring silver langsung dilayani dengan cepat atau langsung menghubungi pengurus cabang terdekat, kalau perlu ring PBI ini regulasinya bisa dirakernaskan,” papar pria yang berpengaruh dalam dinamika perburungan di tanah air asal Jogja ini. Sebelumnya Samuel dari Pengurus Daerah Semarang berpendapat selain ada regulasinya dalam pemasaran ring silver juga diharapkan tidak ambil keuntungan dari hasil penjualan ring silver.

JAJARAN. Petinggi PBI

Tak kalah pentingnya dalam sidang ini, dari peserta sidang soal latpres mengusulkan agar tiket latpres dinaikan dari 50 ribu menjadi 100 ribu dengan alasan biaya operasional yang terbatas. Bahkan mengusulkan agar ditinjau ulang dengan keberadaan IP yang isensinya keberadaan IP adalah marwah lomba itu sendiri. Namun keputusan sidang tetap memutuskan kalau tiket latpres 50 ribu. “Tiket Latpres tetap 50 ribu, karena sudah keputusan sidang, kami sebagai anggota wajib mematuhi keputusan sidang tertinggi ini,” celetuk H.Nurul, ketua Cabang Probolinggo.

PESERTA MUNASLUB. Usai sidang, tampak Benny AP Rembang, Anas Blitar, dan pengurus lainnya ngobrol santai

Pasalnya, sidang berjalan lancar dan berakhir sukses.Bahkan orang nomor satu di organisasi ini, Bagya Rahmadi SH mengucapkan selamat atas suksesnya sidang munaslub ini, selain itu pria yang berdomisili di Jogja ini mengatakan kalau kehadiran seluruh pengurus PBI yang dipimpinnya membuktikan kalau para pengurus yang hadir tetap mendahulukan kepentingan organisasi dari kepentingan pribadi. “Kami berharap melalui sidang yang mulia ini, seluruh pengurus PBI agar lebih mendahulukan pelestarian bukan lomba burung,” tegas Bagya sebelum sidang Munaslub dibuka. Klik Disini Lomba dari PBI BlitarKlik Disini Piala Kapolres Pel.Tanjung Perak dari PBI Surabaya, & Klik Disini Event Bali Shanti Cup V

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular