17.1 C
East Java
Jumat, Agustus 6, 2021
BerandaKICAUANEvent Piala Gubernur Jatim “Khofifah Cup 1” Resmi Digelar 27 Oktober 2019...

Event Piala Gubernur Jatim “Khofifah Cup 1” Resmi Digelar 27 Oktober 2019 Di Ubaya

IPUNG. Didapuk sebagai ketua

Event nasional kebanggaan Kicaumania Jawa Timur Piala Gubernur Jatim “Khofifah Cup 1” sudah resmi diagendakan, Minggu 27 Oktober 2019 di halaman parkir kampus Ubaya. Bahkan pembentukan kepanitiaan yang dipimpin ketua Cabang Surabaya, Heri Soegihono, SH, MH di Resto Suzana, Jalan Dinoyo 152 Surabaya, Jumat malam (2/8) lalu, secara aklamasi Adi Purnomo (Ipung) didapuk sebagai ketuanya.

Dalam pembentukan kepanitiaan, yang dihadiri sekitar 20 orang yang didominasi wajah-wajah lama dari pengurus PBI Surabaya serta komunitas. Selain itu, hasil dari pertemuan awal, banyak hal yang dibahas diantaranya isu yang berkembang kalau event Piala Gubernur Jatim bakal digelar EO lain tapi terbukti masih dipegang kendali PBI Surabaya. Pembahasan lain nama-nama kelas yang dilombakan tidak beda dengan event selama Piala Gubernur Jatim “Pakde Karwo” silam, hanya saja titelnya beda, dari Pakde Karwo diganti Khofifah.

Sedangkan besarnya tiket pun sama persis seperti gelaran sebelumnya, kalaupun ada kenaikan selisihnya tidak banyak,dan diharapkan tiket tidak terlalu mahal agar kicaumania (peserta) menengah ke bawah bisa mengikuti lomba ini. Tak kalah menariknya, pembahasan soal kelas kenari yang rencananya hanya melihat sizenya saja sehingga hanya kelas kalitan dan kelas kenari besar yang dibuka rata-rata dua session dan ditambah kelas kenari bebas sekali.

PESERTA RAPAT. Pembentukan kepanitiaan

Sementara Heri berharap kalau burung-burung yang saat ini peminatnya menurun tetap dibuka kelasnya dengan tujuan agar pamornya tetap terangkat. “Harapan kami agar burung-burung yang selama ini kurang bergairah tetap masuk dalam deretan kelas yang dilombakan seperti Tledekan, Cucak Jenggot maupun Branjangan,” ungkap politus Golkar di sela-sela rapat.

Serupa dengan kelas love bird, kreteria penilaiannya panitia hanya membuka kelas love bird umum, sehinga kelas paruh bengkok tidak ada kelas fighter maupun konslet apalagi paud. Karena kalau kelasnya dipisah-pisah akan rancu dan membingungkan penghobi love bird khususnya. “Dengan harapan ini membuat penghobi love bird tetap terwadahi tanpa dikotak-kotak,” tegas pria yang juga selaku ketua PBI Pengda Jatim dalam pesan penutup. 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular