20.1 C
East Java
Sabtu, Juli 24, 2021
BerandaKICAUANMenjaga Performance Kacer, Kuncinya Mandi Sebelum Berangkat Lapangan

Menjaga Performance Kacer, Kuncinya Mandi Sebelum Berangkat Lapangan

Banyak orang bilang, kalau kacer mandinya nyaman dibilang kacer yang sehat. Begitu pula, salah satu faktor penting agar kacer tetap stabil performancenya, kuncinya dimandinya. Serupa dengan pendapat Sutrisno Simayako asal Sidoarjo yang berhasil mencetak kacer dari tangan dinginnya, yang tak lepas dari kata mandi.

MANDI CEPUK. Saat mandi disesi kedua jika turun lagi

Keseharianya, Martil Kacernya Sutris panggilan akrab Sutrisno, selalu buka kerodong (baca : ngeler), karena sederhananya terkesan tidak ada yang istimewa dalam perawatannya, dengan ekstra fooding berupa jangkrik pagi 5, sore 5. Namun meski mandinya dua hari sekali, tapi bila Minggu turun lomba, Minggu pagi dimandikan sebelum berangkat lomba.

Kalaupun ada rencana main dua kali, sesi kedua dimandikan lagi, tapi mandinya tidak lagi memakai bak mandi cukup bawa cepuk biar tidak ribet. “Martil kalau tidak mandi, tampilnya kurang maksimal, dan seringkali menggerakkan tubuhnya sambil mengembangkan bulu tubuh dan sayap,” papar Sutris mengawali rahasianya Martil.

Bukan hanya itu, bila Minggunya turun lomba, Sabtunya (H-1) kerodong full, agar energinya tersimpan. Namun porsi jangkriknya ditambah. Tiba di lapangan, dicarikan tempat yang asing dari suara burung khususnya kacer tanpa buka kerodong, dan sebelum 2 sesi naik, baru buka kerodong, sembari diberi jangkrik sekitar 10 ekor. “Sebaiknya kalau saat ngeler tetap diasingkan, sedangkan main sesi kedua, perlakuannya sama tapi porsi jangkrik cukup 5 ekor,” sambung Sutris.

JEMUR. Hariannya mentok dari jam 7 hingga 12

Martil merupakan besutan baru pria yang punya bisnis kuliner di Sidoarjo. Kepincutnya Sutris pada besutan yang ditake over belum setahun itu karena memiliki power yang lebih serta nafas yang panjang, bahkan aku Sutris sudah segudang prestasinya meski turun lomba dalam skala latpres maupun kontes regional sekitar Sidoarjo, terakhir tampil di gelaran Duta Wisata Cup XII, pekan (13/12) lalu di gantangan Mpu Tantular masuk runner up. “Saya kepincut sama Martil karena memiliki tenaga yang tidak ada habisnya, bahkan selama sama saya belum pernah tahu mbedesnya,” tutur Sutris di obrolan penutup.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular