Pasca Lomba SMM Gelar Kopdar, Ekspektasi Dunia Breeding Jadi Topik Pembahasan

689
SELURUH PESERTA. Kopdar SMM diakhir acara ucap yel-yel..
KOPDAR PEMBUKA. Pembacaan materi kopdar

Pasca gelaran sekitar pukul 15.00 WIB, Minggu (21/2) lalu komunitas SMM yang dipimpin langsung ketua SMM Tatuk Graha menggelar kopdar bersama anggotanya lengkap dengan para juri yang bertugas. Tak heran gedung pertemuan yang masih di area gantangan Mahameru, Darmo Harapan khususnya di Lantai II dipenuhi komunitas para penghobi ekor panjang. Sehabis makan bersama, acara kopdar digelar dengan 3 materi pembahasan yang dibacakan Sekjen SMM Indra Asa BF. Materi pertama soal sistem penilaian, kedua dunia breeding dan ketiga soal persiapan gelaran SMM feat Tukul Arwana.

KETUA SMM. Abah Tatuk dalam sambutan pembuka
ABAH TATUK. Saat memberikan pencerahan soal juri dilarang melirik kanan kiri

Awal pembicaraan yang dibahas soal penilaian burung dan disitu mulai tanya jawab antara peserta kopdar dengan juri, dan menurut Tatuk penjurian di SMM melalui evaluasi beberapa kali rapat untuk menentukan bagaimana arah dan tujuan penjurian. “Bahkan kita sudah mendapatkan aplaus dari beberapa EO yang menyatakan bahwa lomba di SMM merupakan lomba paling fair dan dewasa sekali,” ujar bos property pada avesnews.

Advertisement
SEKJEN SMM. Indra Asa BF saat membacakan rangkaian acara

Menariknya dalam menginjak pokok materi kedua soal breeding yang ke depannya SMM yang siap mencetak Ring SMM dengan pertimbangan banyak anggota SMM yang sukses breeding murai, semakin seru perbicaraannya. Dari sudut kiri, Seksi Lomba dan Korwil Kediri, Dwi Jalu mengatakan kalau bisa SMM untuk saat ini soal breeding perlu ada pemikiran yang matang, pertimbangannya tidak semua anggota SMM peternak murai. “Saya bukannya menolak masalah breeding di SMM tapi kita semua seduluran murai mania dan kita tahu tidak semua anggota SMM peternak murai dan kalau pun ada anggota yang ternak murai, perlu pematangan yang lebih serius agar tetap berjalan sesuai yang diharapkan,” ungkap Dwi Jalu.

KETUA DEWAN JURI SMM.  Apank 139 Team, Saat memberikan pandangannya ke forum kopdar

Pertimbangan Ketua SMM, Tatuk, membahas soal breeding, karena pertimbangannya hampir rata-rata para member SMM memiliki breeding dengan mencetak bibit unggul yang nantinya dijadikan gaco untuk gelaran SMM ke depannya. “SMM suatu wadah komunitas muraibatu yang bukan serta merta fokus di lomba saja, tapi juga siap membudidayakan dengan adanya penangkaran,” sanggah Tatuk.

DIVISI KEAMANAN. Heri Buser saat memberikan pencerahan soal lomba tanpa teriak

Selain itu, Dwi Jalu mengatakan kalau bisa ke depannya yang perlu dibenahi, dan diharapkan SMM ke depan sudah punya tempat gantangan sendiri agar bisa untuk kopdar bulanan di SMM dengan pertimbangan animo peserta muraibatu yang berminat berlomba di SMM yang tetap menjaga fairplay serta tidak berteriak sudah tinggi. Dengan harapan, semua peserta lomba SMM bisa menikmati jalannya lomba dengan nyaman, tenang dan diminati semuanya.

KORWIL SMM KEDIRI. Dwi Jalu saat menjelaskan pemahaman soal breeding

Di sesi terakhir, soal persiapan gelaran SMM feat Tukul Arwana menurut Tatuk digelar sekitar bulan awal April, karena menunggu pematangan serta melihat sikon Covid 19 di Surabaya. Soal kemasan, dibuat spektakuler yang lain dari biasanya dan rencananya konsep kemasan hadiah ditingkatkan dengan pertimbangan banyaknya pemain-pemain dari luar Jawa Timur yang siap meluruk gelaran SMM feat Tukul Arwana nanti.

ANDRI SIE. Anggota SMM Ketika menjelaskan kepada forum soal progres tropi lomba SMM feat Tukul Arwana

“Seperti Bali, Jawa Tengah dan Jawa Barat, serta Jakarta menyatakan siap meluruk lomba SMM feat Tukul Arwana nanti. Karena itu, perlu persiapan yang matang seperti tiketnya yang mungkin kita tingkatkan dengan hadiah yang lebih wah lagi, dan rencananya awal april sebelum bulan puasa, harus sudah kita tetapkan dimana lokasi dan kemasannya,” tegas pemilik muraibatu Maldini dalam obrolan penutup.  Klik Disini Vidio Kopdar SMM

ABAH WILSON. Saat memberikan masukan dalam mekanisme penilaian
JURI SMM. Rudi Joss Saat membeberkan soal penjurian di SMM
JURI SMM. Amang Dewa ketika menjelaskan panjang lebar penjurian di SMM