22.1 C
East Java
Minggu, Juli 25, 2021
BerandaHEADLINESuara Gereja Jadi Mascotnya Cendet, Dewa'99 Siap Jadi Rumah Cendeter Indonesia

Suara Gereja Jadi Mascotnya Cendet, Dewa’99 Siap Jadi Rumah Cendeter Indonesia

SUASANA. Sarasehan yang dihadiri puluhan perwakilan kota se Jatim

Sarasehan yang berlangsung kira-kira pukul 17.00 waktu setempat atau pasca lomba Road to Cendeter Indonesia, Minggu (9/2) lalu di area gantangan Dewa’99, merupakan final dari hasil dua kali Kopdar sebelumnya dari para pengurus Cendeter Indonesia yang memutuskan dalam menentukan suara master gereja sebagai mascotnya Cendet.

Bahkan dalam sarasehan tersebut Event Organiser (EO) seperti Dewa bersedia jadi rumah Cendeter Indonesia. “Kami atas nama keluarga besar Dewa’99, demi menyamakan persepsi sekaligus masa depan cendeter siap menjadi rumah bagi cendeter Indonesia,” tegas Bambang Dewa sebagai pemimpin sidang saat mengawali acara Sarasehan.

BAMBANG DEWA. Serius ketika memberi pencerahan kepada peserta sarasehan

Yang jelas, kopi darat yang berlangsung santai tapi serius tersebut, Bambang sebelum menyingung soal lagu mascotnya cendet, menjelaskan acuan penilaian di Dewa pada umumnya ada 3 poin yakni, roll, roll tembak dan tembak. “Roll full durasinya bakal lebih bagus dari roll tembak dan tembak, dari sisi performance pasti melekat dan yang bagus pasti butuh speed, juga halnya dengan roll tembak tidak jauh beda karakternya hanya saja lebih kental bobot vokalnya, sedangkan tembak lebih ngotot dan lebih nyolok ketimbang roll dan roll tembak,” paparnya panjang lebar.

Lebih lanjut Bambang mengaku jika semuanya berjalan, tinggal mencari dari ketiga poin tersebut, misalnya poin dari bobot volumenya, berikutnya poin dari tingkat kelemahannya pada saat kompetisi tersebut berlangsung. “Karena itu jangan kwatir kalau burung anda memiliki satu poin tok, sebab semuanya ada titik maksimalnya,” tegas Bambang menyelaraskan persamaan pandangan. Sedangkan soal prosentasi, lanjut Bambang di estimasikan 70/30. “70 variasi irama lagu dan 30 terbagi berbagai durasi kerja utama stabilitas, bobot volume sebagai poin-poin penunjang,” sambung pria yang juga pecinta berat cendet  era 90-an.

DIDIK DARMADI. Pengurus Cendeter saat menyoal suara gereja tarung dan kawin

Hanya saja dalam forum tersebut, hanya ada tiga audensi yang bertanya, pertama pertanyaan dari Didik Darmadi salah satu pengurus Cendeter Indonesia yang bertanya soal suara lagu gereja pada umumnya ada dua yakni suara gereja tarung dan suara gereja kawin. Bahkan sebelumnya, disela-sela gelaran, Didik mengaku pada avesnews kenapa memilih suara gereja karena sifatnya umum dan hal ini juga disepakati seluruh cendeter Indonesia.

Senada dengan Izra selaku korlap Cendeter Indonesia Timur, memilih suara gereja untuk disepakati sebagai lagu mascotnya cendet alasannya suara standart yang dimiliki cendet pada umumnya, sementara Abah Aris Albino sesepuh cendet juga seirama mengatakan kalau suara lagu gereja lebih mewakili yang bersifat umum mulai hal roll dan tembakannya.

JOSE. Cendeter Pandaan saat menanyakan nasib lagu selain gereja

Tiba pada pertanyaan kedua, dari Jose Cendeter Pandaan yang bertanya soal apakah hanya suara gereja yang mendapat perhatian sementara banyak juga lagu master lain yang tidak kalah dasyat. Dan pertanyaan berikutnya yang tidak kalah berbobot dari Nanta komunitas Cendet Mojokerto, yang menanyakan panjang pendeknya irama lagu yang acapkali burung ambil nafas tapi terkesan berjeda. Secara tegas, Bambang mengatakan kalau pihak Dewa tidak pernah sama sekali mengabaikan lagu master lainnya. “Agar tidak ada persepsi beda, dalam hal ini Dewa tidak menganaktirikan lagu selain gereja,” tepis Bambang ketika meluruskan persepsi peserta cendeter dari Pandaan tersebut.

Menariknya, sarasehan yang merupakan moment penting ini dihadiri puluhan perwakilan Cendeter Indonesia dari seluruh kota di Jawa Timur diantaranya Banyuwangi, Situbondo, Lumajang, Pandaan, Turen Malang, Karanglo Malang, Blitar, Jombang, Jember, Bojonegoro, Gresik, Sidoarjo, Lamongan, Tuban serta seluruh perwakilan dari pulau Madura, terlihat cukup antusias dalam mengikuti acara yang merupakan pioneer dalam kancah perburungan di tanah air khususnya cendet.

Bahkan Sarasehan yang diawali makan bersama tersebut, juga dihadiri para pengurus cendeter Indonesia seperti Didik Darmadi, Bopo Heru, Abah Aris Albino, Kapten Samsul, Rey Shapan Sumenep, Hendro Susanto KSBC (Pak RT), juga acara penting bagi masa depan cendet ini dihadiri tiga korlap perwakilan, dari blok timur Izra Liar poll, Roy Anjas dari blok tengah dan Dhe Donny dari blok barat.

NANTA. Komunitas cendet dari Mojokerto saat tanya soal panjang pendeknya irama lagu

Pasalnya, acara sarasehan berjalan lancar sesuai harapan para cendeter, tinggal bagaimana sosialisasi dari hasil pertemuan yang langka tersebut. Menurut Didik, tujuan utama acara ini pertama meningkatkan tali silaturahmi antar cendeter, karena hakekatnya dari hobi kita mencari saudara juga sebagai ajang pemanasan menuju event Maximum Cup, 23 Februari mendatang di Bandung. Juga pandangan yang sama dari kedua pengurus cendeter lainnya (Abah Aris Albino dan Izra Liar Poll) saat ditemui avesnews di sela-sela lomba berlangsung, mengucapkan syukur kalau misi dan visi lomba diwarnai sarasehan ini berjalan mulus, tinggal sosialisasi versi gereja pada seluruh komunitas cendeter khususnya Jawa Timur.

AMIR FINCHES. (tengah) Turis Singapura yang berkunjung di event Road to cendeter Indonesia

Tak kalah menariknya, gelaran Road to Cendeter Indonesia yang berlangsung tertib tersebut, menjadikan ketertarikannya turis mancanegara dari Singapura, yang digawangi Amir Finches yang merupakan penangkar sukses jenis finchpolis bird dan murai batu. Bahkan Didin Dewa yang menyambut hangat tamunya tersebut,  mengaku tujuan tamu istimewa dari Singapura hadir di lomba ini lantaran tertarik antusiasnya penghobi Indonesia dalam berlomba tidak seperti penghobi di negaranya. Buka Disini Data Juara Road to Cendeter Indonesia & Klik Disini Video Acara Sarasehan Cendeter Indonesia

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular